KATA PENGANTAR
Puji dan syukur
kehadirat tuhan yang maha kuasa karena atas limpahan rahmat, hidayah dan
inayahnya maka kami dapat menyelesaikan makalah. Dengan judul “ JAMUR PATOGEN PADA MANUSIA (KETOMBE “ dapat terselesaikan tepat waktu.
Saya menyadari bahwa
dalam penyusunan tugas ini masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahannya.
Oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sangat saya
harapkan dari berbagai pihak sebagai bahan perbaikan dalam proses penyusunan
materi yang selanjutnya.
Tak lupa ucapan terima
kasih kami haturkan kepada semua
yang turut membantu menyelesaikan makalah ini. Tak lupa pula saya
ucapkan terimakasih kepada Ayah dan bunda tercinta serta kepada
rekan-rekan seperjuangan karena atas dorongan dan semangat kerja samanya yang
baik sehinga saya dapat aktif dalam mengikuti proses belajar pada saat ini.
Akhirnya disampaikan terima kasih.
Dukuhwaru , September 2024
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Indonesia merupakan negara
beriklim tropis yang memiliki kelembaban tinggi sehingga memungkinkan untuk
tumbuhnya berbagai tanaman dan mikroorganisme dengan baik, salah satu
mikroorganisme yang tumbuh dengan baik di Indonesia adalah Jamur. Beberapa
jenis jamur yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia, seperti kondisi
tropis seperti di Indonesia dengan kondisi kulit yang mudah berkeringat dan
lembab, kebersihan diri yang tidak terjaga dan kurangnya pengetahuan tentang
kesehatan merupakan faktor yang memungkinkan pertumbuhan jamur penyebab
penyakit kulit. Salah satunya adalah ketombe.
Ketombe (juga
disebut sindap dan kelemur dengan nama ilmiah Pityriasis capitis) adalah
pengelupasan kulit mati berlebihan di kulit kepala. Sel-sel kulit yang mati dan
terkelupas merupakan kejadian alami yang normal bila pengelupasan itu jumlahnya
sedikit. Namun, ada orang yang mengalami secara terus menerus (kronis ataupun
sekali-sekali, pengelupasan dalam jumlah yang besar yang diikuti dengan
pemerahan dan iritasi. Kebanyakan kasus ketombe dapat disembuhkan dengan sampo
khusus atau pengobatan bebas.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Ketombe
?
2.
Apa Nama Jamur Pada
Ketombe ?
3.
Bagaimana Cara
Penanganan Pada Rambut yang berketombe ?
4.
Bagaimana Siklus
Hidup Jamur Pada Ketombe ?
C.
Tujuan Penyusunan
1. Untuk memenuhi tugas mata pelajaran di sekolah
2. Agar siswi SMK Kesehatan Saka Medika Memahami
bahayanya Jamur Ketombe dan selalu menjaga kebersihan pada kulit.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Penyakit Ketombe
Ketombe (juga disebut sindap dan kelemur [bentuk tidak baku: kelemumur]; dengan nama ilmiah Pityriasis capitis) adalah pengelupasan kulit mati berlebihan di kulit kepala. Sel-sel kulit yang mati dan terkelupas merupakan kejadian alami yang normal bila pengelupasan itu jumlahnya sedikit. Namun, ada orang yang mengalami secara terus menerus (kronis ataupun sekali-sekali, pengelupasan dalam jumlah yang besar yang diikuti dengan pemerahan dan iritasi. Kebanyakan kasus ketombe dapat disembuhkan dengan sampo khusus atau pengobatan bebas.
Ketombe dapat juga merupakan gejala seborrhoeic dermatitis, psoriasis, infeksi jamur atau kutu rambut. Bila
mengalami ketombe, menggaruk kepala secara berlebihan harus dihindari.
Menggaruk bagian tersebut dapat menyebabkan kerusakan kulit, yang selanjutnya
dapat meningkatkan risiko infeksi, terutama sekali dari bakteri
staphylococcus aureus dan streptococcus.
Walaupun infeksi bakteri ini merupakan risiko terbesar dari ketombe, kebanyakan
orang akan menemukan bahwa ketombe dapat menyebabkan isu sosial hilangnya
kepercayaan diri bagi penderitanya. Oleh karena itu, pengobatan segera menjadi
sangat penting untuk murni alasan sosial.
Sejalan dengan bertumbuhnya kulit, sel-sel epidermal akan
terdorong keluar, di mana mereka pada akhirnya mati dan terkelupas dari kepala.
Pada umumnya, pengelupasan ini terlalu kecil untuk dapat terlihat mata. Namun,
kondisi tertentu menyebabkan pergantian/pertumbuhan sel menjadi terlalu cepat,
khususnya umum terjadi di kulit kepala.
Pada orang berketombe, sel-sel kulit mungkin mati dan digantikan setiap
kira-kira dua minggu sekali, sedangkan pada orang tanpa ketombe, siklus ini
berlangsung satu bulan sekali. Hasilnya, sel-sel kulit mati akan terlepas dan
menumpuk dalam jumlah yang besar, yang tampak sebagai serpihan-serpihan kecil
berwarna putih atau kelabu di
kulit kepala.
B.
Nama Jamur Pada Ketombe
Jamur Malassezia furfur sebelumnya dikenal sebagai Pityrosporum orbiculare, Pityrosporum ovale, dan Pityrosporum furfur. Ini adalah spesies lipofilik yang mempunyai bentuk dimorfik. Secara taksonomi, fungi Malassezia sendiri tergabung dalam divisi Basidiomycota dan famili Malasseziaceae. Namanya diambil dari seorang dokter asal Prancis, Louis-Charles Malassez. Tidak cuma ketombe, jamur itu juga disebut-sebut bertanggung jawab atas munculnya panu dan dermatitis seboroik. Ini sebenarnya tidak berbahaya tetapi dapat mengganggu aktivitas. Malassezia furfur adalah spesies jamur lipofilik, dimorfik, dan menyerupai
khamir, yang terdapat pada kulit
manusia sebagai patogen oportunistik, menyebabkan penyakit seperti ketombe, panau (pityriasis versicolar), dermatitis seboroik. Malassezia
furfur sebelumnya dikenal dengan nama Pityrosporum orbiculare, Pityrosporum
ovale, dan Pityrosporum furfur.
Karakteristik mikroskopik
Dimensi Malassezia furfur berkisar dari 1,5-5,0 x 2,5-8,0 μm.[7] Ukuran sel reproduksinya adalah sekitar 5 μm, dengan sel-sel yang berbentuk seperti kapsul obat atau kadang-kadang mirip pin boling. Masing-masing menghasilkan satu fialokonidia tunggal diikuti oleh tunas berturut-turut di satu lokasi. Hifa, sangat jarang diproduksi dalam biakan, lebarnya sekitar 2-3 μm.
Karakteristik makroskopik
Koloni Malassezia furfur tumbuh
lambat, muncul pada suhu 35-37 °C. Koloni mulai berkilau dan berwarna
putih hingga putih kekuningan kemudian menjadi kusam dan berwarna krem,
menyerupai koloni mirip bakteri. Koloni pada agar dekstrosa
Sabouraud dilapis dengan
minyak zaitun dan diinkubasi pada suhu 30 °C berwarna krem hingga
kekuning-kuningan, dan biasanya halus hingga agak berkerut.
C.
Cara Penanganan Pada Ketombe
Meski sulit untuk
dihilangkan, namun bukan berarti bahwa kamu tidak bisa mengatasi masalah
ketombe dan mencegahnya untuk bertambah parah. Setelah mengetahui jenis ketombe
yang kamu alami, segera atasi dengan beberapa cara berikut ini.
- Ketombe disebabkan oleh rambut yang tidak terjaga
kebersihannya, maka dari itu rutin mencuci rambut menggunakan shampo yang
sesuai dengan jenis rambut dan diformulasikan khusus untuk mengatasi ketombe
dan kulit kepala gatal.
- Untuk membantu mencegah ketombe pada kulit kering,
gunakan shampo yang memberikan efek melembapkan saat keramas. Lakukan dua hari
sekali untuk menjaga kelembapan rambut dan mencegah penumpukan debu, kotoran,
sebum, dan kulit mati di kulit kepala.
- Khusus untuk jenis ketombe basah atau berminyak,
keramas secara teratur (disarankan setiap hari) menggunakan shampo ketombe yang
memiliki kandungan asam salisilat yang dapat membantu mengendalikan ketombe kulit
berminyak.
- Pada jenis ketombe yang disebabkan oleh jamur, keramas
secara rutin menggunakan shampo dengan bahan penghambat pertumbuhan jamur
Malassezia, seperti zinc pyrithione.
- Melakukan perawatan di rumah dengan cara memijat kulit
kepala menggunakan minyak kelapa untuk membantu meringankan rasa gatal dan
melembapkan kulit kepala.
- Mencampurkan minyak tea tree pada produk
shampo untuk membantu mengurangi ketombe akibat jamur.
- Menerapkan gaya hidup sehat untuk mengelola stress,
sebab tingkat stres yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan
memperburuk kondisi kulit tertentu, seperti dermatitis seboroik, eksim, dan
psoriasis.
- Mengonsumsi makanan bernutrisi, terutama yang
mengandung banyak asam lemak omega-3, zinc, vitamin B, dan probiotik.
- Merubah pola perawatan rambut, seperti membatasi
penggunaan alat styling rambut yang menghasilkan panas, menghindari produk
penata rambut yang dapat mengiritasi kulit atau meninggalkan minyak serta bahan
kimia di kulit kepala, dan mulai membilas rambut menggunakan air bersuhu
dinging setelag keramas.
- Khusus untuk hijabers, gunakan jilbab dan ciput berbahan katun (mudah menyerap keringat), tidak terlalu ketat, rutin mencuci dan menggantinya setiap hari.
D.
Siklus Hidup
Siklus Hidup Jamur melewati beberapa tahap atau fase.
Kehidupan jamur berawal dari spora (Basidiospora) yang kemudian akan
berkecambah membentuk hifa yang berupa benang-benang halus. Hifa ini akan
tumbuh ke seluruh bagian media tumbuh. Kemudian dari kumpulan hifa atau
miselium akan terbentuk gumpalan kecil seperti simpul benang yang menandakan
bahwa tubuh buah jamur mulai terbentuk. Simpul tersebut berbentuk bundar atau
lonjong dan dikenal dengan stadia kepala jarum (pinhead) atau primordia. Simpul
ini akan membesar dan disebut ilah kancing kecil (small button). Selanjutnya
stadia kancing kecil akan terus membesar mencapai stadia kancing (button) dan
stadia telur (egg). Pada stadia ini yang tadinya tangkai dan
tudung yang tadinya tertutup selubung universal mulai membesar.
Selubung tercabik, kemudian diikuti stadia perpanjangan (elongation). Cawan
(volva) pada stadia ini terpisah dengan tudung (pillueus) karena perpanjangan
tangkai (stalk). Stadia terakhir adalah stadia dewasa tubuh buah.
Pada stadia kancing yang telah membesar akan terbentuk bilah.
Bilah yang matang akan memproduksi basidia dan Basidiospora, kemudian tudung
membesar. Pada waktu itu, selubung universal yang semula membungkus seluruh
tubuh buah akan tercabik. Tudung akan terangkat keatas karena memanjangnya
batang, sedangkan selubung universal yang sobek akan tertinggal di bawah dan
disebut cawan. Tipe perkembangan tubuh buah seperti ini disebut tipe
angiocarpic.
Pada tipe perkembangan yang lain, yaitu gymnocarpic, lapisan universal tidak terbentuk. Sisi dari pembesaran tudung dihubungkan dengan batang oleh selubung dalam. Pada waktu bilah membesar, selubung dalam tercabik dan melekat melingkari batang membentuk cincin atau anulus. Sebagai organisme yang tidak berklorofil, jamur tidak dapat melakukan proses fotosintetis seperti halnya tumbuh-tubuhan. Dengan demikian jamur tidak adapat memanfaatkan langsung energi matahari. Jamur mendapat makanan dalam bentuk jadi seperti selulosa, glukosa, lignin, protein dan senyawa pati. Bahan makanan ini tidak akan diurai dengan bantuan enzim yang diproduksi oleh hifa menjadi tumbuh senyawa yang dapat diserap dan dignakan untuk tumbuh dan berkembang. Semua jamur yang edibel (dapat dimakan) bersifat saprofit, yaitu hidup dari senyawa organik yang telah mati.
Baca Juga NAMA NAMA TATA SURYA DAN PENJELASANNYA
Jamur merupakan golongan fungi yang membentuk tubuh buah yang
berdaging. Tubuh buah ini umumnya berbentuk payung dan mempunyai akar
semu (rhizoid), tangkai, tudung serta terkadang disertai cincin dan
cawan volva.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Kulit kepala yang gatal bisa jadi menandai
munculnya ketombe. Serpihan kulit mati lepas dan menempel di sepanjang rambut
dan pakaianmu. Ketombe tak hanya mengganggu karena gatal, tapi juga mengganggu
penampilan.
2. Ketombe merupakan kondisi
kulit kepala yang ditandai dengan munculnya serpihan kulit dan rasa gatal. Jika
memiliki rambut hitam atau mengenakan pakaian warna gelap, kamu mungkin melihat
serpihan di rambut atau di bahu.
3. Ketombe bisa disebabkan oleh jamur Malassezia sp.
Ini merupakan salah satu jenis jamur yang hidup di kulit pada kondisi udara
yang panas dan lembab. Malassezia dapat menyebabkan
penumpukan asam lemak dan terjadi peradangan sehingga menghasilkan ketombe.
B.
Saran – Saran
1. Menjaga kebersihan kulit kepala dengan mencuci rambut
untuk mengurangi minyak di kepala.
2. Menjaga pola makan dengan mengonsumsi asupan yang
kaya vitamin B, lemak sehat, dan zinc.
DAFTAR PUSTAKA
Ø https://www.sunsilk.co.id/kisah/jenis-jenis-ketombe-yang-berbahaya.html
Ø https://www.sunsilk.co.id/kisah/apakah-ketombe-itu-hidup.html
Ø https://www.greeners.co/flora-fauna/malassezia-furfur-jamur-patogen-penyebab-ketombe-rambut/




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
semoga bermanfaat