Cari Materi

Pengikut

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Dunia. Tampilkan semua postingan

10 Januari 2025

MAKALAH HUKUM PERMINTAAN DAN PENAWARAN

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Permintaan dan penawaran merupakan dua aktivitas yang mendasari kegiatan perekonomian. Permintaan dan penawaran juga merupakan dua kata yang paling sering digunakan oleh para ekonom, keduanya merupakan kekuatan-kekuatan yang membuat perekonomian pasar bekerja. Sedangkan mekanisme pasar itu sendiri adalah interaksi yang terjadi antara permintaan (demand) dari sisi konsumen dan penawaran (supply) dari sisi produsen, sehingga harga yang diciptakan merupakan perpaduan dari kekuatan masing-masing pihak tersebut. Oleh karena itu, perilaku permintaan dan penawaran merupakan konsep dasar dari kegiatan bisnis.

Hukum penawaran dan permintaan merupakan bagian yang terpenting dalam pemahaman kita mengenai pasar. Dimana permintaan adalah jumlah barang yang diminta pada jumlah dalam waktu tertentu, sedangkan penawaran adalah jumlah barang yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu.

Harga pada perekonomian biasanya tidak lepas dari factor permintaan dan penawaran, seperti dalam hukum ekonomi apabila harga turun maka permintaan akan naik, sebaliknya apabila permintaan tetap sedangkan penawaran terus bertambah harga akan cenderung turun karena pada dasarnya tingkat harga akan sama dengan (searah) dengan tingkat permintaan dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu.

Harga pada perekonomian biasanya tidak lepas dari factor permintaan dan penawaran, seperti dalam hukum ekonomi apabila harga turun maka permintaan akan naik, sebaliknya apabila permintaan tetap sedangkan penawaran terus bertambah harga akan cenderung turun karena pada dasarnya tingkat harga akan sama dengan (searah) dengan tingkat permintaan dan berbanding terbalik dengan tingkat penawaran.

 

 

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan Pengertian Permintaan dan Penawaran?

2.      Apa itu Permintaan (Demand) dan Penawaran (Supply) ?          

3.      Bagaimana Bunyi Hukum Permintaan dan Bunyi Hukum Penawaran?

4.      Apa faktor yang mempengaruhi hukum permintaan dan Hukum Penawaran?   

 

C.    Tujuan Penyusunan

1.      Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Ekonomi

2.      Agar siswa dan siswi,  khususnya siswa dan siswi MAN 2 Tegal memahami tentang Hukum Permintaan dan Penawaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.  Pengertian Permintaan

1.    Apa Itu Permintaan (Demand)?

Dalam  ilmu ekonomi, permintaan disebut  dengan  istilah demand yang berarti suatu  keinginan  konsumen  untuk  membeli  suatu  barang  pada  berbagai  tingkat harga selama periode waktu tertentu. Permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta dalam suatu pasar tertentu, dengan tingkatan harga dan tingkatan pendapatan dalam periode tertentu.

 

2.    Hukum Permintaan

Hukum permintaan adalah makin rendah harga suatu komoditas maka akan semakin banyak jumlah komoditas yang diminta, sebaliknya makin tinggi harga suatu komoditas maka akan semakin sedikit jumlah komoditas yang diminta (dengan asumsi faktor lain konstan atau ceteris paribus).  Permintan seseorang terhadap suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya yaitu :

1.    Harga barang itu sendiri.

2.    Harga barang barang lain (merupakan barang subsitusi atau barang komplementer).

3.    Pendapatan rata rata masyarakat

4.    Selera masyarakat .

5.    Jumlah penduduk.

6.    Ramalan keadaan di masa mendatang

Dalam hal ini hukum permintaan dapat disimpulkan bahwa sifat hubungan yang terjadi antara jumlah komoditas yang diminta dengan harga adalah hubungan terbalik. Artinya ketika salah satu variabel naik maka variabel lainnya akan mengalami penurunan. Sifat hubungan ini terjadi karena ketika harga komoditas naik maka konsumen akan mengurangi pembelian dan berpindah membeli komoditas pengganti, sebaliknya jika harga komoditas turun maka pembeli akan mengurangi pembelian komoditas pengganti dan akan menambah pembelian terhadap komoditas yang mengalami penurunan harga.

 

3.    Kurva Permintaan

Kurva permintaan adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta pada berbagai tingkat harga, catering paribus. Hubungan permintaan pasar ini dapat mencakup hubungan dalam lingkup yang kecil seperti di desa kota dan lebih jauh lagi tingkat negara atau dunia. Kurva ini mempunyai gradient atau kemiringan atau slope negatif, artinya slope pada kurva ini menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara harga dengan permintaan adalah berbanding terbalik.

 

4.    Bunyi Hukum Permintaan

Sebagaimana penjelasan di atas, bunyi hukum permintaan adalah sebagai berikut: Jika harga suatu produk turun, maka permintaan terhadap produk tersebut akan meningkat. Sebaliknya, jika harga suatu produk naik, maka permintaan terhadap produk tersebut akan menurun.

 

5.    Faktor Mempengaruhi Hukum Permintaan

Hukum permintaan tidak terjadi begitu saja, tetapi terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan adalah sebagai berikut:

1.      Pendapatan konsumen

2.      Perkiraan harga di masa yang akan datang

3.      Ketersediaan serta harga barang sejenis, barang pengganti dan barang pelengkap

4.      Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen

5.      Banyaknya waktu

6.      Permintaan peak of peak.

B.  Pengertian Penawaran

1.      Apa Itu Penawaran (Supply) ?

Penawaran adalah barang atau jasa yang ditawarkan pada jumlah dan tingkat harga tertentu dan dalam kondisi tertentu. Hubungan antara jumlah penawaran barang dan jasa dinyatakan  dalam  hukum penawaran  yaitu  perbanding  lurus  anatara  harga  terhadap jumlah yang ditawarkan, artinya apabila harga naik maka penawaran akan meningkat, begitupun sebaliknya apabila harga turun maka penawaran juga akan menurun.

Dan dalam penawaran islami menurut Ibnu Khaldun bahwa kenaikan dalam penawaran akan menyebabkan kenaikan harga, demikian pula sebaliknya. Dari rendahnya harga akan merugikan perajin dan pedagang sehingga mereka akan keluar dari pasar, sedangkan akibat  dari tingginya harga akan menyusahkan konsumen, terutama kaum mayoritas miskin. Ibnu Khaldun berpendapat bahwa harga rendah untuk kebutuhan pokok harus diusahakan tanpa merugikan produsen.

 

2.      Hukum Penawaran

Hukum penawaran adalah aturan utama dalam penawaran. Hukum penawaran mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi produsen saat menawarkan barang atau jasa kepada konsumen. Bunyi hukum penawaran adalah: “Jika harga naik, penawaran meningkat, sehingga jika harga turun, penawaran juga akan turun.”

Hukum penawaran merupakan suatu pernyataan yang menjelaskan mengenai sifat hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah barang yang ditawarkan. Dalam hukum ini prinsipnya adalah bagaimana keinginan penjual untuk menawarkan barangnya apabila harga. Dalam konteks ini, teori penawaran merupakan teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual. Gerakan sepanjang dan pergeseran kurva penawaran perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran. Dengan kata lain definisi penawaran bisa juga dijelaskan dengan proses pada umumnya, sumber dan teknik produksi yang digunakan oleh seorang produsen dapat digunakan untuk memproduksi berbagai macam dan jumlah yang diproduksi.

 

3.      Faktor-Faktor Hukum Penawaran

Faktor-faktor yang memengaruhi Hukum Penawaran melibatkan berbagai macam aspek yang dapat memodifikasi respon penawaran terhadap perubahan harga. Beberapa faktor utamanya adalah sebagai berikut:

a.       Biaya Produksi, Tingkat biaya produksi secara langsung memengaruhi keputusan produsen untuk melakukan penawaran lebih banyak atau lebih sedikit barang atau jasa. Apabila biaya produksi menurun, produsen lebih bersedia menawarkan lebih banyak barang pada harga yang sama.

b.      Teknologi, Perkembangan teknologi juga sangat mempengaruhi efisiensi produksi dan biaya. Apabila teknologi baru mengurangi biaya produksi, produsen cenderung meningkatkan penawaran mereka pada harga yang lebih rendah.

c.       Harga Input, Harga input meliputi bahan baku, upah tenaga kerja, dan faktor produksi lain yang dapat memengaruhi biaya produksi dan mengakibatkan penawaran. Kenaikan harga input ini dapat mengurangi keuntungan dan membatasi penawaran pada harga tertentu.

d.      Ekspektasi Produsen, Persepsi produsen pada kondisi pasar dan harga di masa depan dapat memengaruhi penawaran pada saat ini. Apabila produsen mengantisipasi kenaikan harga maka bisa saja produsen akan menahan sebagian dari penawaran untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi di masa yang akan datang.

e.       Kebijakan Pemerintah, Regulasi dan kebijakan pemerintah seperti penerapan pajak, subsidi, dan kuota produksi, dapat memengaruhi penawaran. Kebijakan ini dapat merubah biaya produksi atau memberikan insentif bagi produsen untuk menawarkan lebih banyak atau lebih sedikit barang.

f.        Perubahan Teknologi Produksi, Inovasi pada cara melakukan produksi barang atau jasa dapat memengaruhi penawaran. Apabila teknologi produksi baru muncul, hal tersebut dapat mengakibatkan peningkatan penawaran atau penurunan biaya produksi.

g.      Kondisi Pasar Umum, Faktor-faktor dalam sistem ekonomi seperti tingkat permintaan konsumen, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat inflasi, juga dapat memengaruhi terjadinya penawaran. Kondisi makroekonomi dapat merubah persepsi produsen terhadap peluang dan risiko.

 

4.      Kurva Penawaran

Kurva penawaran adalah merupakan garis yang menghubungkan berbagai jumlah barang yang ditawarkan pada berbagai variasi harga. Dapat juga di didefinisikan sebagai kurva yang menunjukkan hubungan antara nilai harga suatu barang dengan jumlah barang yang ditawarkan atau dijual.

Menurut hukum penawaran kurva penawaran selalu miring dari kiri bawah kekanan atas artinya ketika harga naik  produsen akan  memasarkan  lebih  banyak barang. Kurva ini adalah kebalikan dari kurva permintaan. Jika harga suatu barang naik, maka barang yang di tawarkan juga akan naik. Begitulah bunyi hukum pada kurva penawaran. Kurva ini memiliki gradient / kemiringan / slope positif, artinya slope pada kurva ini berjalan naik dari pojok bawah kiri ke pojok kanan atas.

Beberapa prinsip utama yang dapat dipahami dalam Hukum Penawaran adalah sebagai berikut:

a.    Hubungan Positif

b.    Asumsi Faktor Lain yang Tetap (Ceteris Paribus)

c.    Kurva Penawaran

d.    Faktor yang Memengaruhi Penawaran

e.    Elastisitas Penawaran

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

1.    Hukum permintaan menyatakan bahwa tingkat permintaan terhadap suatu produk atau sumber daya akan menurun saat harganya naik, dan meningkat saat harganya turun. Hukum penawaran menyatakan bahwa harga yang lebih tinggi akan meningkatkan penawaran suatu barang ekonomi, sedangkan harga yang lebih rendah akan menguranginya.

2.    Permintaan adalah makin rendah harga suatu komoditas maka akan semakin banyak jumlah komoditas yang diminta, sebaliknya makin tinggi harga suatu komoditas maka akan semakin sedikit jumlah komoditas yang diminta. Sedangkan penawaran menyatakan bahwa semakin tinggi harga suatu barang maka semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan, begitupun sebalikn Semakin rendah suatu barang maka semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan.

3.    Hukum permintaan menyatakan bahwa tingkat permintaan terhadap suatu produk atau sumber daya akan menurun saat harganya naik, dan meningkat saat harganya turun.

4.    Hukum penawaran menyatakan bahwa harga yang lebih tinggi akan meningkatkan penawaran suatu barang ekonomi, sedangkan harga yang lebih rendah akan menguranginya

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Ø https://www.paper.id/blog/tips-dan-nasihat-umkm/permintaan-dan penawaran/?gad_ source= 1 &gclid

Ø https://www.investopedia.com/terms/l/law-of-supply-demand.asp

Ø https://kumparan.com/kabar-harian/pengertian-hukum-penawaran-faktor-bunyi-rumus-fungsi-kurva-dan-contohnya-22G08skGOEG

Ø https://www.gramedia.com/literasi/hukum-permintaan/

 

 

 

MAKALAH KELANGKAAN

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang

Kelangkaan adalah kondisi di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan semua kebutuhan kita. Dengan singkat kata kelangkaan terjadi karena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia. Kelangkaan bukan berarti segalanya sulit diperoleh atau ditemukan. Kelangkaan juga dapat diartikan alat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan jumlahnya tidak seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. Kelangkaan mengandung dua pengertian:

1.      Alat pemenuhan kebutuhan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.

2.      Untuk mendapatkan alat pemuas kebutuhan memerlukan pengorbanan yang lain.

Masalah kelangkaan selalu dihadapi merupakan masalah bagaimana seseorang dapat memenuhi kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam dengan alat pemuas yang terbatas. Dalam menghadapi masalah kelangkaan, ilmu ekonomi berperan penting karena massal ekonomi yang sebenarnya adalah bagaimana kita mampu menyeimbangkan antara keinginan yang tidak terbatas dan alat pemuas kebutuhan yang terbatas. Apabila suatu sumber daya dapat digunakan untuk menghasilkan suatu alat pemuas kebutuhan dalam jumlah tidak terbatas, maka sumber daya tersebut dikatakan tidak mengalami kelangkaan.

Kelangkaan ini menunjukan hubungan antara berapa banyak barang yang ada dan berapa banyak barang yang kita perlukan, jadi kelangkaan ini merujuk pada barang yang susah ditemukan.

Persoalan ekonomi yang paling mendasar terjadi saat ini adalah kebutuhan dan keinginan manusia yang tidak terbatas dengan ketersediaan sumber daya yang terbatas. Kebutuhan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan hidup manusia menjadi lebih baik, sedangkan keinginan merupakan kebutuhan manusia yang dapat ditunda baik dalam waktu yangterbatas maupun dengan waktu yang tidak terbatas. Didalam perkembangannya, kebutuhan manusia dimulai dari kebutuhan yang paling sederhana kemudian meningkat pada kebutuhan yang lebih komplek. Sudah menjadi sifat dasar manusia bahwa manusia tidak pernah puas dari apa yang pernah diperoleh sebelumnya, sehingga manusia selalu berusaha mencari cara atau berinovasi agar kebutuhannya dapat tercukupi dengan baik. Sayangnya, kebutuhan manusia yang meningkat menyebabkan masalah kelangkaan ekonomi.

B.  Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian kebutuhan?

2.      Apa faktor yang mempengaruhi kebutuhan?

3.      Apa pengertian kelangkaan?

4.      Apa faktor penyebab kelangkaan?

 

C.  Tujuan

1.      Untuk memenuhi tugas mata pelajaran Ekonomi

2.      Agar dapat memhami tentang materi kelangkaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.  Kelangkaan Sumber Ekonomi

Kelangkaan dapat diartikan sebagai kondisi ketidakseimbangan antara jumlah kebutuhan manusia yang sifatnya tidak terbatas dengan jumlah alat pemas kebutuhan manusia yang terbatas, yang menyebabkan manusia haris mengeluarkan atau melakukan pengorbanan untuk mendapatkan alat pemuas kebutuhan.

Kelangkaan adalah keaadaan di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan semua kebutuhan kita. Dengan singkat kata kelangkaan terjadi karena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia. Kelangkaan bukan berarti segalanya sulit diperoleh atau ditemukan. Kelangkaan juga dapat diartikan alat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan jumlahnya tidak seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. (Sumber:Wikipedia)

 

B.  Pengertian Kelangkaan

Kelangkaan atau scarcity adalah keadaan timpang antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas, dihadapkan pada sarana ekonomi yang terbatas. Kelangkaan (scarcity) ada karena orang ingin memiliki lebih banyak barang dan jasa yang diproduksi dari sumberdaya yang tersedia.

Sumber daya yang terbatas (tidak cukup dibandingkan banyaknya kebutuhan manusia), untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan. Apakah Anda menginginkan sebuah rumah yang mewah, mobil baru, bahkan makanan yang lezat setiap hari?. Meskipun semua keinginan tersebut telah Anda penuhi, pasti akan muncul keinginan-keinginan yang lain. Pada umumnya keinginan mausia adalah tidak terbatas, sedangkan sumberdaya yangdigunakan sebagai alat pemuas keinginan tersebut terbatas adanya. Kondisi inilah yang pada akhirnya menimbulkan masalah kelangkaan. Banyak para ekonomi yang berpendapat bahwa permasalahan utama dalam ilmu ekonomi adalah mengatasi kelangkaan, yaitu bagaimana manusia menggunakan sumberdaya yang terbatas untuk memenuhi keinginannya yang tidak terbatas. Kelangkaan akan terjadi apabila jumlah yang diinginkan melebihi jumlah yang tersedia pada harga sebesar nol, sehingga menuntut manusia untuk melalukan pilihan. Keinginan manusia adalah tidak terbatas. Hal inilah yang menyebabkan kebutuhan manusia menjadi beragam adanya. Dalam hal ini ketika sebuah keinginan tersebut menuntut adanya pemenuhan, maka ia akan menjadi sebuah kebutuhan. Contoh, ketika kita lapar maka kita ingin makan. Dalam kasus ini, ketika keinginan makan tersebut menuntut adanya pemenuhan maka menjadi kebutuhan untuk makan. Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan adanya alat pemuas kebutuhan, yaitu barang dan jasa.

Dari pengertian ini maka definisi kelangkaan dapat diartikan dengan mengambil dua poin inti sebagai berikut :

1.      Kelangkaan itu adalah terjadi karena sumber daya ekonomi jumlahnya tidak seimbang dengan jumlah kebutuhan manusia

2.      Kelangkaan itu diakibatkan manusiaharus berkorban untuk mendapatkan alat pemuas kebutuhan (barang atau jasa)

 

C.  Faktor Penyebab Kelangkaan Sumber Ekonomi

Sumber daya ekonomi bersifat langka atau terbatas. Ada beberapa faktor yang menyebabkan sumber daya menjadi langka atau terbatas. Penyebab kelangkaan atau keterbatasan sumber daya antara lain:

a.    Perbedaan Letak Geografis

Sumber daya alam tersebar tidak merata di muka bumi. Ada daerah yang kaya akan minyak, ada yang tidak. Ada daerah yang subur, ada yang gersang. Perbedaan ini menyebabkan kelangkaan sumber daya alam dan untuk mendapatkan sumber daya yang tidak terdapat di daerahnya diperlukan pengorbanan yang lebih besar.

Misalnya, di daerah pegunungan berkapur seperti Kabupaten Gunungkidul, sumber daya air sulit ditemukan. Pada musim kemarau, masyarakat di sana harus membeli air. Berbeda dengan masyarakat di dataran rendah yang bisa mengambil air sumur.

Sumber daya alam biasanya tersebar tidak merata disetiap daerah. Ada daerah yang sangat subur, ada pula daerah yang kaya akan bahan tambang. Namun, ada pula daerah yang gersang dan selalu kekurangan air. Perbedaan ini menyebabkan sumber daya menjadi langka dan terbatas, terutama bagi daerah yang tidak mempunyai sumber daya yang melimpah.

b.    Cepatnya Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan produksi barang dan jasa akan menyebabkan kesenjangan antara kebutuhan dibandingkan persediaan barang dan jasa.

Gejala ini sudah menjadi perhatian seorang ekonom, Thomas Robert Malthus. Malthus mengamati bahwa manusia berkembang jauh lebih cepat dibandingkan produksi hasil-hasil pertanian.

c.    Kemampuan Produksi

Kemampuan faktor produksi dalam proses pembuatan barang dan jasa mempunyai keterbatasan-keterbatasan. Misalnya, tenaga kerja manusia juga membutuhkan masa istirahat, sakit, ataupun cuti. Selain itu, mesin-mesin produksi bekerja dengan kapasitas tertentu.

Kemampuan produksi didukung oleh faktor-faktor produksi yang digunakan. Misalnya kapasitas faktor produksi manusia terbatas karena masih bisa sakit, lelah, atau bosan. Mesin produksi juga bisa rusak dan aus. Selain itu, keterbatasan produksi juga ditentukan karena perkembangan teknologi yang tidak sama. Di negara maju, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Sementara itu, di negara berkembang perkembangan kebutuhan barang dan jasa masih lebih cepat daripada perkembangan teknologinya. Keterbatasan produksi menyebabkan penawaran tetap sedangkan permintaan barang tersebut tinggi sehingga selain menyebabkan kelangkaan juga dapat menyebabkan inflasi permintaan.

d.    Perkembangan Teknologi yang Tidak Sama

Perkembangan teknologi di berbagai negara tidak sama. Di negara maju, perkembangan teknologi berlangsung cukup cepat. Sedangkan di negara berkembang, perkembangan kebutuhan akan barang dan jasa lebih cepat daripada perkembangan teknologinya. Hal ini karena ada kecenderungan untuk meniru gaya hidup di negara maju.

e.    Bencana Alam

Pada dasamya bencana alam merupakan faktor yang berada di luar dugaan manusia. Namun, sering bencana alam terjadi karena ulah manusia yang kurang menjaga keseimbangan alam. Manusia mengambil kekayaan alam tanpa memerhatikan kelestariannya.

Bencana alam menyebabkan rusaknya sumber daya yang ada, baik korban jiwa maupun rusaknya berbagai sumber daya ekonomi seperti bangunan usaha dan mesin-mesin produksi. Untuk membangun atau mengadakan kembali sumber daya yang rusak akibat bencana alam, dibutuhkan waktu yang cukup lama dan uang yang tidak sedikit.

 

f.     Kerusakan sumber daya alam akibat ulah manusia

Manusia harus berhati-hati menggunakan SDA yang tersedia. Jangan karena kesalahan manusia, sumber daya yang tersedia menjadi rusak. Misalnya penebangan hutan yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan hutan menjadi gundul dan mengakibatkan banjir

g.    Keterbatasan manusia untuk mengolah sumber daya yang ada

Keterbatasan kemampuan manusia untuk mengolah Sumber Daya terjadi karena kekurangan ilmu pengetahuan dan teknologi, modal dan faktor-faktor yang lain

h.    Peningkatan Kebutuhan manusia yang lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan penyediaan sarana kebutuhan

 

D.  Cara Mengatasi Kelangkaan

Ada beberapa cara untuk mengatasi kelangkaan antara lain:

1.      Menghemat penggunaan sumber daya alam

2.      Memelihara dan melestarikan sumber daya alam dengan baik

3.      Menciptakan alat pemuas/barang pengganti (barang substitusi)

4.      Meningkatkan pengelolaan berbagai macam sumber daya alam, sehingga lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia

Terbatasnya sumber ekonomi membuat manusia melakukan segala usaha bahkan jika perlu dengan pengorbanan tertentu misalnya menghabiskan dana, tenaga, dan pikiran yang tidak sedikit, agar bisa memenuhi kebutuhan hidup. Adapun penyebab kelangkaan sumber ekonomi itu, antara lain, kelangkaan sumber alam, tenaga kerja, serta modal dan teknologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.  Kesimpulan

Ø  Kelangkaan akan mendorong manusia untuk memanfaatkan sumber daya secara rasional dengan mengeluarkan pengorbanan. Kelangkaan disebabkan oleh beberapa hal dibawah ini:

1.      Sebab kelangkaan yang pertama adalah keterbatasan sumber daya, dengan sumber daya yang terbatas dan jumlah kebutuhan manusia yang tidak terbatas membuat terjadinya kelangkaan.

2.      Perbedaan letak geografis, dengan letak yang tidak terjangkau maka dapat menyebabkan kelangkaan sumber daya. Atau juga karena jauhnya/sulitnya medan dalam distribusi barang/makanan/dll menyebabkan kebutuhan manusia tidak terpenuhi.

3.      Pertambahnya jumlah penduduk, dengan begitu akan membuat jumlah perminataan akan kebutuhan manusia tidak terbatas dan tidak seimbang antara ketersediaan sumber daya.

4.      Sebab kelangkaan yang ke-empat adalah keterbatasan kemampuan produksi, ini juga dapat disebabkan oleh terlalu sedikitnya produsen. Misal saja jumlah penghasil/pemroduksi makanan burung (kroto) sangat sedikit, sementara permintaan makanan burung sangat tinggi. Dan produsen tidak mampu memenuhi jumlah permintaan, sehingga akan membuat terjadi kelangkaan sumber daya.

 

B.  Saran

Mulai sekarang marilah bersama-sama menggunakan barang yang memang kita butuhkan bukan untuk memenuhi keinginan, agar kelangkaan itu tidak terjadi.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ø https://id.wikipedia.org/wiki/Kelangkaan

Ø https://id.scribd.com/document/547191614/Makalah-Kelangkaan-ekonomi

Ø https://id.scribd.com/document/547191614/pengertian-Kelangkaan-ekonomi

Ø https://id.scribd.com/document/547191614/Faktor-adanya-Kelangkaan-ekonomi