KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Kuasa yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini tepat pada waktunya meskipun dalam bentuk maupun isinya
yang sangat sederhana. Harapan kami
semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk
maupun pedoman, juga membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, sehingga untuk kedepannya kami
dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini dengan lebih baik.
Kami menyadari bahwa maklah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu
kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan
demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua
pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai
akhir. Semoga Allah Yang Maha Kuasa senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ..................................................................................... i
KATA
PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
A. Latar Belakang................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah............................................................................ 1
C. Tujuan Penulisan.............................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN................................................................................ 3
A. Pengertian Perencanaan
Pembelajaran............................................ 3
B. Prinsip-prinsip Umum atau Dasar
yang Harus Dijadikan
Pegangan
Guru Dalam Melaksanakan Proses Perencanaan
Pembelajaran..................................................................................... 5
D. Masalah-masalah Pokok Dalam
Perencanaan Pembelajaran........... 6
E. Langkah-langkah Menyusun
Perencanaan Pembelajaran................ 7
F. Macam-macam Perencanaan Pembelajaran..................................... 8
G. Manfaat dan Pentingnya
Perencanaan Pembelajaran...................... 9
BAB III
PENUTUP........................................................................................ 11
A. Kesimpulan...................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 12
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perencanaan adalah
pemikiran sebelum pelaksanaan sesuatu tugas. Apabila penyusun cermati secara keseluruhan
maka Perencanaan Pengajaran berarti pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip
umum mengajar tersebut di dalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu situasi
interaksi guru – murid, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.
Karena dengan perencanaan
itu, maka seseorang guru akan bisa memberikan pelajaran dengan baik, karena ia
dapat menghadapi situasi di dalam kelas secara tegas, mantap dan fleksibel.
Karena membuat
perencanaan yang baik, maka seorang akan tumbuh menjadi seorang guru yang baik.
Seorang bisa menjadi guru yang baik adalah berkat pertumbuhan, berkat
pengalaman dan akibat dari hasil belajar yang terus menerus, walaupun faktor
bakat ikut pula berpengaruh.
Belajar adalah suatu
proses dan aktivitas yang selalu dilakukan dan dialami manusia sejak manusia di
dalam kandungan, buaian, tumbuh berkembang dari anak-anak, remaja, sehingga
menjadi dewasa sampai keliang lahat, sesuai dengan prinsip pembelajaran
sepanjang hayat. Oleh sebab itu, tidak lah heran jika konsep belajar dan
pembelajaran perencanaan lah yang dahulu lebih ditekankan kepada istilah
mengajar atau pengajaran, yang berfokus pada aktivitas guru (teacher-centered)
menuju pembelajaran yang berfokus kepada aktivitas siswa (student-centered).
Karena aktivitas mengajar tidak dapat dipisahkan dari aktivitas belajar karena
sambil mengajar pada hakikatnya guru
juga belajar.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
Maksud dari Perencanaan Pembelajaran?
2.
Bagaimana
Prinsip-prinsip Umum atau Dasar yang Harus Dijadikan Pegangan Guru Dalam Proses
Perencanaan Pembelajaran ?
3.
Apa
Saja Masalah-masalah Pokok Dalam Perencanaan Pembelajaran ?
4.
Bagaimana
Cara Untuk Menyusun Langkah-langkah Perencanaan Pembelajaran?
5.
Apa
Saja Macam-macam Perencanaan Pembelajaran itu?
6.
Apa
Saja Manfaat dan Pentingnya Perencanaan Pembelajaran?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Agar
Kita Mengetahui Maksud dari Perencanaan Pembelajaran.
2.
Agar
Kita Mengetahui Prinsip-prinsip Umum Dalam Proses Perencanaan Pembelajaran.
3.
Agar
Kita Mengetahui Masalah-masalah Pokok Dalam Proses Perencanaan Pembelajaran.
4.
Agar
Kita Mengetahui Cara Untuk Menyusun Langkah-langkah Perencanaan Pembelajaran.
5.
Agar
Kita Mengetahui Apa Saja Macam-macam Perencanaan Pembelajaran.
6.
Agar
Kita Mengetahui Apa Saja Manfaat dan Pentingnya Perencanaan Pembelajaran
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
- Pengertian Perencanaan
Berkenaan dengan Perencanaan, William H. Newman
dalam bukunya Administrate Action Techniques
of Organization and Management: mengemukakan bahwa “Perencanaan adalah menentukan apa
yang akan dilakukan.
Terry (1993:17)
menyatakan bahwa perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan
oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. Perencanaan mencakup
kegiatan pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengadakan
visualisasi dan melihat ke depan guna merumuskan suatu pola tindakan untuk masa
mendatang.
Banghart dan Trull,
(1973) mengemukakan bahwa perencanaan adalah awal dari semua proses yang
rasional dan mengandung sifat optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa
akan dapatvmengatasi berbagai macam permasalahan. Nana Sudjana (2000:61)
mengatakan bahwa perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan
keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang.([1])
Perencanaan bermakna
sangat kompleks. Perencanaan didefinisikan dalam bernagai macam ragam
tergantung dari sudut pandang mana melihat, serta latar belakang apa yang
mempengaruhi orang tersebut dalam merumuskan definisi. Di antara beberapa
definisi tersebut dirumuskan sebagai berikut.
1.
Menurut
Prajudi Atmusudirdjo [erencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang
sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai tujun tertentu, oleh siapa, dan
bagaimana (Abin, 2000)
2.
Perencanaan
dalam arti seluas-luasnya tidak lain adalah proses mempersiapkan
kegiatan-kegiatan secara sistematis yang aka dilakukan untuk mencapai tujuan
tertentu (Bintoro Tjokroamidjojo, 1977)
3.
Perencanaan
dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan
dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan. Perencanaan itu dapat pula diberi arti sebagai suatu proses
pembuatan serangkaian kebijakan untuk mengendalikan masa depan sesuai yang
ditentukan. Perencanaan dapat diartikan juga sebagai upaya untuk memadukan
antara cita-cita nasional yang tersedia yang diperlukan untuk mewujudkan
cita-cita tersebut (M.Fakry, 1987).([2])
Secara luas,
Tjokroamidjoyo (dalam Syah, 2007) menyatakan bahwa perencanaan mencakup tiga
pengertian berikut.
v Suatu proses persiapan sistematik mengenai
kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.
v Perencanaan adalah suatu cara untuk mencapai tujuan
sebaik-baiknya dengan sumber yang ada secara efisien dan efektif .
v Perencanaan adalah penentuan tujuan yang akan dicapai
atau yang akan dilakukan bagaimana, bilamana, dan oleh siapa.([3])
- Pengertian Pembelajaran
Pengertian
pembelajaraan (instruction) merupakan akumulasi dari konsep mengajar (teaching)
dan konsep belajar (learning). Penekanannya terletak pada perpaduan antara
keduanya, yakni kepada penumbuhan aktivitas subjek didik laki-laki dan
perempuan.
Konsep tersebut
sebagai suatu sistem, sehingga dalam sistem pembelajaran ini terdapat
komponen-komponen siswi-siswa, tujuan, materi untuk mencapai tujuan, fasilitas
dan prosedur, serta alat atau media yang harus dipersiapkan. Dengan kata lain,
pembelajaran sebagai suatu sistem yang bertujuan, harus direncanakan oleh guru
berdasarkan kurikulum yang berlaku.([4])
Perlunya perencanaan
pembelajaran sebagaimana disebutkan di atas, dimaksudkan agar dapat dicapai
perbaikan pembelajaran. Upaya perbaikan pembelajaran ini dilakukan dengan
asumsi berikut:
a.
Untuk
memperbaiki kualitas pembelajaran perlu diawali dengan perencanaan
pembelajaran yang diwujudkan dengan adanya desain pembelajaran;
b.
Untuk merancang suatu pembelajaran perlu menggunakan
pendekatan sistem;
c.
Perencanaan desain pembelajaran diacukan pada bagaimana
seseorang belajar;
d.
Untuk merencanakan suatu desain pembelajaran diacukan pada
siswa secara perseorangan;
e.
Pembelajaran
yang dilakukan akan bermuara pada ketercapaian tujuan pembelajaran, dalam hal
ini akan ada tujuan langsung pembelajaran, dan tujuan pengiring dari pembelajaran;
f.
Sasaran
akhir dari perencanaan desain pembelajaran adalah mudahnya siswa untuk belajar;
g.
Perencanaan
pembelajaran harus melibatkan semua variabel pembelajaran;
h.
Inti
dari desain pembelajaran yang dibuat adalah penetapan metode pembelajaran yang
optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
B. Prinsip-prinsip Umum atau Dasar yang Harus Dijadikan
Pegangan Guru Dalam Melaksanakan Proses Perencanaan Pembelajaran
Adapun prinsip tersebut adalah sebagai berikut :
1.
Mengajar
harus berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki siswa. Apa yang telah
dipelajari merupakan dasar dalam mempelajari bahan yang akan diajarkan. Oleh
karena itu, tingkat kemampuan siswa sebelum proses belajar mengajar berlangsung
harus diketahui guru. Tingkat kemampuan semacam ini disebut entry behavior. Hal
ini sangat penting agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara
efektif dan efisien.
2.
Pengetahuan
dan keterampilan yang diajarkan harus bersifat praktis. Bahan pelajaran yang
bersifat praktis berhubungan dengan situasi kehidupan. Hal ini dapat menarik
minat, sekaligus dapat memotivasi belajar.
3.
Mengajar
harus memperhatikan perbedaan individual setiap siswa.
4.
Kesiapan
(readiness) dalam belajar sangat penting dijadikan landasan dalam mengajar.
Kesiapan adalah kapasitas (kemampuan potensial) baik bersifat fisik maupun
mental untuk melakukan sesuatu.
5.
Tujuan
pengajaran harus diketahui siswa. Apabila tujuan pengajaran diketahui, siswa
mempunyai motivasi untuk belajar. Agar tujuan mudah diketahui, harus dirumuskan
secara khusus.
6.
Mengajar
harus mengikuti prinsip psikologis tentang belajar. Para ahli psikologi
merumuskan prinsip bahwa belajar itu harus bertahap dan meningkat. Oleh karena
itu, dalam mengajar haruslah mempersiapkan bahan yang bersifat gradual, yaitu
dari sederhana kepada yang kompleks (rumit); dari konkret kepada yang abstrak;
dari umum (general) kepada yang kompleks; dari yang sudah diketahui (fakta)
kepada yang tidak diketahui (konsep yang bersifat abstrak); dengan menggunakan
prinsip induksi ke induksi atau sebaliknya, dan sering menggunakan
reinforcement (penguatan).
C. Masalah-masalah Pokok Dalam Perencanaan Pembelajaran
Beberapa permasalahan pokok yang harus diperhatikan dan
dicarikan solusi pemecahannya yaitu:
a.
Masalah
Arah atau Tujuan
Masalah yang sering
terjadi dalam penentuan arah atau tujuan pengajaran adalah : rumusan masalah
yang dibuat oleh guru terlalu luas dan tidak operasional, sehingga sulit diukur
dan diobservasi yang berakibat tujuan pengajaran tidak dipahami oleh siswa.
b.
Masalah
Evaluasi
Masalah yang muncul
dalam evaluasi, berkisaran antara lain : Prosedur evaluasi yang tidak dikenal
oleh siswa yang berakibat evaluasi yang dilaksanakan tidak adil, dan memuaskan
para siswa. Rumusan instrumen penilaian tidak jelas, alat penilaian di buat
secara sembarang, kurang atau tidak memenuhi syarat validitas, serta tingkat
reliabilitas yang rendah. Tingkat daya pembeda soal yang kurang baik yaitu
tidak dapat membedakan mana siswa pintar dan mana siswa yang kurang pintar.
c.
Masalah Isi dan Urutan Materi Pelajaran
Masalah yang muncul
adalah bagaimana memilah-milah mana materi pelajaran yang harus didahulukan
penyajiannya secara runtun, logis dan sistematis. Lalu apabila materi pelajaran
yang disajikan tidak serasi dan tidak terorganisasi dengan baik maka
akibatnya terjadi kegagalan dalam menyampaikan uraian materi pelajaran.
Penyebab kegagalan penyampaian materi disebabkan guru membuat instrumen
penilaian yang isinya menghendaki jawaban materi pelajaran yang sebenarnya
belum atau tidak diajarkan.
d.
Masalah
Metode
Masalah yang berkaitan
dengan metode pengajaran adalah kurang atau tidak tepat sasaran dalam pemilahan
metode yang digunakan, bersifat monoton dan tidak sesuai dengan tujuan,
strategi, model serta pendekatan pengajaran yang digunakan.
e.
Hambatan-hambatan
Hambatan-hambatan bisa
datang dari siswa (kurangmampu mengikuti pelajaran, memiliki perbedaan
indvidual), dari guru (kurang berminat mengajar), faktor institusional
(terbatasnya ruang kelas, laboratorium serta alat-alat peraga).
D. Langkah-langkah Menyusun Perencanaan Pembelajaran
1.
Menetapkan
Misi dan Tujuan
Dalam pendidikan misi
dan tujuan pengajaran mengacu kepada misi dan tujuan pendidikan mulai dari
tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional, tujuan kurikuler, tujuan
pengajaran atau tujuan instruksional baik umum maupun khusus (standar
kompetensi, kompetensi dasar dan indikator hasil belajar).
2.
Diagnosa
Hambatan dan Peluang
Diagnosa hambatan dan
peluang termasuk kedalam bagian dari analisis SWOT (Strengths Weakness
Opportunities Threats). Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi
suatu lembaga atau organisasi. Analisis SWOT bila diterapkan secara
akurat akan membawa keberhasilan suatu program kegiatan yang direncanakan.
Peluang adalah
situasi penting yang menguntungkan dalam lingkungan madrasah. Ancaman merupakan
situasi-situasi penting yang tidak menguntungkan bagi lembaga dan merupakan
gangguan terhadap eksistensi lembaga di masa sekarang maupun di masa yang akan
datang.
Ancaman terhadap
lembaga pendidikan Madrasah bisa datang dari pesaing baru, kebijakan pemerintah,
kondisi makro serta mikro ekonomi yang sulit dan kesadaran yang rendah dari
masyarakat tentang pentingnya pendidikan Madrasah.
3.
Menilai
Kekuatan dan Kelemahan
Kekuatan adalah
sumber daya yang dimiliki baik sumber daya personal maupun sumber daya material,
maupun sumber daya keuangan. Kelemahan adalah kekurangan atau
keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki lembaga yang berkaitan dengan sumber
daya manusia dengan kualitas dan kapabilitasnya, sumber daya material yang
terbatas baik kualitas maupun kuantitasnya, sumber daya keuangan yang terbatas,
serta kecintaan dan loyalitas yang kurang baik dari guru, pegawai maupun siswa.
4.
Mengembangkan
Tindakan Alternatif
Setelah analisis SWOT
maka kepala sekolah dan guru membuat perencanaan pengajaran harus dapat memilih
alternatif tindakan dan langkah-langkah yang terbaik yang dapat digunakan untuk
mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan.
5.
Mengembangkan
Rencana Strategi
Dalam perencanaan
pengajaran strategi yang dikembangkan adalah strategi pengajaran. Strategi
pengajaran adalah tindakan guru dalam melaksanakan rencana pengajaran dengan
menggunakan berbagai komponen pengajaran (tujuan, bahan, metode, alat, sumber
serta evaluasi) agar dapat mempengaruhi siswa untuk melakukan kegiatan belajar
dalam ranga mencapai tujuan belajar dan pengajaran yang telah ditetapkan.
6.
Mengembangkan
Rencana Strategi
Pengembangan rencana
strategi pengajaran dilakukan dengan membuat model pengembangan sistem
pengajaran. Model pengembangan merupakan kerangka dasar yang dijadikan acuan
dalam melakukan pengajaran yang meliputi dua dimensi yaitu dimensi rencana dan
dimensi proses yang nyata.
Dimensi rencana :
prosedur dan langkah-langkah yang seharusnya dilakukan dalam mempersiapan
proses belajar mengajar. Dimensi
proses yang nyata : interaksi belajar mengajar yang berlangsung di kelas.
7.
Mengembangkan
Rencana Operasional
Diawali dengan
melakukan analisis materi pelajaran yang terdapat dalam kurikulum, analisis
terhadap kalender pendidikan, pembuatan program tahunan, program semester serta
pembuatan silabus dan sistem penilaian.
E. Macam-macam Perencanaan Pembelajaran
Termasuk perencanaan pengajaran dapat dilihat dari
beberapa segi:
a.
Berdasarkan
jangka waktu
Dapat di bedakan lagi menjadi :
1)
Perencanaan
Jangka Panjang
Rencana jangka
panjang adalah perencanaan yang meliputi kurun waktu 10, 20, atau 25 tahun.
Parameter atau ukuran keberhasilannya bersifat sangat umum, global dan tidak
terperinci. Namun demikian perencanaan jangka panjang dapat memberi arah untuk
jangka menengah dan jangka pendek.
2)
Perencanaan
Jangka Menegah
Perencanaan jangka
menengah adalah perencanaan yang dilaksanakan dalam kurun waktu antara 4-7
tahun. Perencanaan jangka menengah merupakan penjabaran dari perencanaan jangka
panjang dan perlu dijabarkan dalam perencanaan jangka pendek.
3)
Perencanaan
Jangka Pendek
Merupakan
perencanaan dengan kurun waktu antara 1 sampai 3 tahun dan merupakan penjabaran
dari perencanaan jangka menengah.
b.
Berdasarkan
luas jangkauannya.
Dibedakan pula menjadi :
1)
Perencanaan
Makro
Perencanaan makro adalah perencanaan yang bersifat
menyeluruh (umum) dan bersifat nasional.
2)
Perencanaan
Mikro
Perencanaan mikro adalah perencanaan yang memiliki ruang
lingkup terbatas, hanya untuk satu institusi. Perencanaan ini lebih rinci,
konkrit dan operasional dengan memperhatikan karakteristik lembaga, namun tidak
boleh bertentangan dengan perencanaan makro atau nasional.
c.
Perencanaan
Dilihat dari Telaahnya
Dibedakan menjadi :
1)
Perencanaan
Strategis
Merupakan rencana yang berkaitan dengan kegiatan
menetapkan tujuan, pengalokasian sumber-sumber untuk mencapai tujuan. Biasanya
diambil oleh pucuk pimpinan yang kadang kurang didukung oleh data-data
statistik
2)
Perencanaan
Manajerial
Merupakan perencanaan yang ditujukan untuk menggerakan
dan mengarahkan proses pelaksanaan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat
dicapai secara efektif dan efisien. Dalam perencanaan ini sudah lebih
terperinci dan didukung data-data statistik.
3)
Perencanaan
Operasional
Merupakan rencana apa yang akan dikerjakan dalam tingkat
pelaksanaan di lapangan. Perencanaan ini bersifat konkret dan spesifik serta
berfungsi memberikan petunjuk teknis mengenai aturan, prosedur serta
ketentuan-ketentuan lain yang telah ditetapkan.
F. Manfaat dan Pentingnya Perencanaan Pembelajaran
Banyak manfaat yang diperoleh dari perencanaan
pembelajaran dalam proses belajar mengajar yaitu :
- Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai
tujuan.
- Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang
bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
- Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur
guru maupun unsur murid.
- Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan,
sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.
- Untuk bahan penyusunan data agar terjadi
keseimbangan kerja.
- Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan
biaya.
Perencanaan memiliki arti penting sebagai berikut :
- Dengan adanya perencanaan diharapkan tumbuhnya suatu
pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan
yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan.
- Dengan perencanaan, maka dapat dilakukan suatu
perkiraan (fore-casting) terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan
dilalui.
- Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih
berbagai alternatif tentang cara terbaik (the best alternatif) atau
kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik (the best
combination).
- Dengan perencanaan dilakukan penyusunan skala
prioritas.
- Dengan adanya rencana, maka akan ada suatu alat
pengukur atau standar untuk mengadakan pengawasan atau evaluasi kinerja
usaha atau organisasi, termasuk pendidikan.([5])
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1.
Berkenaan
dengan Perencanaan, William H. Newman dalam bukunya Administrate Action
Techniques of Organization and Management: mengemukakan bahwa
“Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Terry (1993:17)
menyatakan bahwa perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan
oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. Perencanaan mencakup
kegiatan pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengadakan
visualisasi dan melihat ke depan guna merumuskan suatu pola tindakan untuk masa
mendatang.
2.
Mengajar
harus berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki siswa. Apa yang telah
dipelajari merupakan dasar dalam mempelajari bahan yang akan diajarkan. Oleh
karena itu, tingkat kemampuan siswa sebelum proses belajar mengajar berlangsung
harus diketahui guru. Tingkat kemampuan semacam ini disebut entry behavior. Hal
ini sangat penting agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara
efektif dan efisien.
3.
Pentingnya
bagaimana memilah-milah mana materi pelajaran yang harus didahulukan
penyajiannya secara runtun, logis dan sistematis. Lalu apabila materi pelajaran
yang disajikan tidak serasi dan tidak terorganisasi dengan baik maka akibatnya
terjadi kegagalan dalam menyampaikan uraian materi pelajaran. Penyebab
kegagalan penyampaian materi disebabkan guru membuat instrumen penilaian yang
isinya menghendaki jawaban materi pelajaran yang sebenarnya belum atau tidak
diajarkan.
4.
Diagnosa
hambatan dan peluang termasuk kedalam bagian dari analisis SWOT (Strengths
Weakness Opportunities Threats). Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang
dihadapi suatu lembaga atau organisasi. Analisis SWOT bila
diterapkan secara akurat akan membawa keberhasilan suatu program kegiatan yang
direncanakan. Peluang adalah situasi penting yang menguntungkan dalam
lingkungan madrasah. Ancaman merupakan situasi-situasi penting yang tidak
menguntungkan bagi lembaga dan merupakan gangguan terhadap eksistensi lembaga
di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.
5.
Termasuk
perencanaan pengajaran dapat dilihat dari beberapa segi:
a.
Berdasarkan
jangka waktu.
b.
Berdasarkan
luas jangkauannya.
c.
Perencanaan
Dilihat dari Telaahnya
6.
Perencanaan
memiliki arti penting sebagai berikut :
a.
Dengan
adanya perencanaan diharapkan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan, adanya
pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian
tujuan pembangunan.
b.
Dengan
perencanaan, maka dapat dilakukan suatu perkiraan (fore-casting) terhadap
hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui.
c.
Perencanaan
memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara terbaik
(the best alternatif) atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik
(the best combination).
DAFTAR
PUSTAKA
v Majid, Abdul, Perencanaan Pembelajaran,
(Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2012).
v Syaefudin Sa’ud, Udin, Perencanaan
Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009).
v (PDF Rujukan dari Dosen) Konsep Dasar Perencanaan
Pembelajaran Paket 1.
v Umin Abdillah, MAKALAH KONSEP DASAR
PERENCANAAN PEMBELAJARAN, http://umin-abdilah.blogspot.co.id/2015/10/makalah-konsep-dasar-perencanaan.html , (08-08-2015).
v Luqman, Konsep Dasar Perencanaan
v Pembelajaran, http://luqmanmaniabgt.blogspot.co.id/2011/10/konsep-dasar-perencanaan-pembelajaran.html , (29 Oktober 2011).
v
[1] . Abdul Majid, Perencanaan
Pembelajaran, (Bandung :PT Remaja Rosdakarya,2012) hal 15-16.
v
[2]. Udin Syaefudin Sa’ud, Perencanaan
Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009) hal 4.
v [3]. Umin Abdillah, MAKALAH KONSEP DASAR
PERENCANAAN
v PEMBELAJARAN, http://umin-abdilah.blogspot.co.id/2015/10/makalah-konsep-dasar-perencanaan.html ,08-08-2015.
v
[4]. (PDF Rujukan dari Dosen) Konsep Dasar Perencanaan
Pembelajaran Paket 1.
v [5] . Luqman, Konsep Dasar Perencanaan
v Pembelajaran, http://luqmanmaniabgt.blogspot.co.id/2011/10/konsep-dasar-perencanaan-pembelajaran.html , 29 Oktober 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
semoga bermanfaat